Lautan dan ikan di Indonesia masih tak tercemar radiasi nuklir Jepang
Jakarta-"kba-GANAS"
Meledaknya reaktor nuklir di Fukushima Jepang akibat bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu dipastikan tidak akan mencemari perairan di Indonesia. Isu yang beredar bahwa ikan di Indonesia tercemar radiasi nuklir asal Jepang tidak benar.
Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, seusai penandatangan nota kesepahaman bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,LInda Amalia Sari Gumelar, perihal peningkatan efektivitas pengarusutamaan gender dan anak di bidang kelautan dan perikanan di Jakarta, Rabu (23/3).
Fadel mengatakan, sekalipun perairan laut sekitar Fukushima tercemar oleh senyawa radioaktif, jauhnya jarak antara Jepang dan Indonesia akan menyebabkan mengecilnya efek senyawa tersebut. Ini dikarenakan terjadinya pengenceran terus menerus sepanjang perjalanan ribuan mill laut dari Jepang menuju Indonesia.
"Efek langsungnya terhadap laut Indonesia dipastikan akan sangat minimal, bahkan apabila reaktor di Fukushima berada pada situasi terburuk sekalipun," katanya lagi.
Ia menjelaskan, bencana Fukushima diperkirakan masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan yang terjadi di Chernobly pada 1986 silam. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan pada ekosistem laut Jepang kecil, sehingga laut dan biota di Indonesia tidak akan ikut tercemar. Memperhatikan pola arus permukaan global, kemungkinan pencemaran ke laut Indonesia kecil.
Dari arus dominan di perairan timur Jepang yang mengarah ke utara dan selatan serta konvergen akibat tsunami kemudian bergerak ke arah timur menunjukan potensi perairan Indonesia terkontaminasi sangat kecil.
Ia menambahkan, kekhawatiran akan migrasi ikan dari Jepang yang terkontaminasi radiasi nuklir juga dipastikan sangat kecil. Sebab, ikan yang hidup di perairan Pasifik bagian utara berbeda populasi di Pasifik bagian selatan, termasuk sekitar khatulistiwa. Ikan-ikan yang menyebar di perairan Jepang kemungkinan kecil bermigrasi ke wilayah perairan di bawah 10 derajat Lintang Utara, apalagi sampai ke perairan Indonesia.
Meskipun hingga saat ini belum ditemukan adanya bukti bahwa ikan asal Jepang terkontaminasi senyawa radioaktif, untuk meyakinkan masyarakat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk sementara menghentikan masuknya komoditas kelautan dan perikanan asal Jepang ke Indonesia.
Selain menghentikan impor, KKP juga bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk menguji kandungan radioaktif terhadap sampel sampai ikan hasil tangkapan di perairan Pasifik. "Kita beri waktu seminggu untuk pulangkan ikan-ikan itu ke Jepang, dan pagi ini mereka menyatakan bersedia.
Kita juga sudah melakukan deteksi radioaktif untuk ikan-ikan yang masuk. Yang paling merugi dari kejadian ini adalah nelayan, selain karena mereka sulit menjual ikannya, juga terlalu murah," pungkasnya. sumber suara pembaruan-[D-13]-''kba.ajiinews//ganas//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar